berpikir sbg seorang skeptis

December 30th, 2007 by kurniaarifin

ttp bukan berarti bahwa pemikiran orang yg sudah mnjadi kristen pasti lebih baik drpd mrek yg msih tidak mngenal allah.

skrg ak tanya, kalau kamu memnk mengaku sbg seorg kristen,"seberapa yakin kamu dengan pengajaran alkitab?!"

kalau kamu berkata,"sebab iman! ak percaya Dia sdh mati sjk2000thn yg lalu utk mnghapus smua dosa2ku!"

kalau bgtu," apa kyakinanmu bisa dtelusuri dlm sejarah utk mmbuktikanny?! bgmn bila agamamu hnylah dongeng turun menurun dr org2 yahudi?!"
bila memnk ajaran yg kau yakini benar2 mutlak kebenaranny,"buktikan!". bukankah segala macam konsep, harus selalu diuji dlm pertimbangan dan didasari oleh teori yang mendukung maupun logis utk diterima sbg suatu keyakinan/pendapat?

"mngapa kau katakan, bhw kkristenan lah yg paling benar?

bukankah tp2 pnganut agama lain pun mmiliki pendapat yg sama?!"

"bila kau berkata, sbb banyak kesaksian drpd merek yg sdh bertemu Tuhan!..maka ak kembali menimpal," bukankah para penganut agama lain pun mmiliki kesaksian2 bhw mrek tlah bertemu dg allah merek. dan bgmn mngkn kau berkata bahwa merek brtemu dg allah palsu? krn merek pun jstru yg akan mnganggap, bhw allah yg mnampakkan diri padamulah yg palsu!"

kenyataannya, tidak ada tolok ukur universal yang dapat menentukan suatu agama lebih baik atau lebih benar dari pada agama yang lainnya!

tp baiklah…mgkn kalian memnk sudah lulus melewati masa2 ketidakpercayaan kalian trhdp diriNya. lalu skrg pertanyaanny,"seberapa yakinkah bila kalian mati, pasti masuk surga?!"
bukankah dlm bible tertulis kisah yg mnggambarkn byk hamba2Ny dbuang k dlm api neraka?

bila hamba2Ny yg memiliki urapan saja kelak dibuang k dlm neraka, bgmn kau dpt dngan yakin berkata, bahwa,"Aku Pasti Masuk Surga?!"

bukankah pasti ada harga yg harus dbayar?

jika begitu, harga macam apa yg telah kau bayar utk mndapatkn surga dan diluputkn dr neraka?!

hamba Tuhan2 dlm perumpamaan tsb sbtulny layak membela diri,"tuhan..ak sudh mngorbankn waktu dan mncurahkn tenagaku utk melakukan mujizat!, bernubuat!, mnyembuhkn org sakit!". walaupun ttp saja Tuhan tolak.

lalu bagaiman kau dapat merasa berhak dan yakin bahwa kau sudah lebih baik daripada hamba2Ny tsb utk mncapai keselamatan kekal?!

pesan saya:
pikirkan dan renungkanlah baik2, kemana kamu bakal tinggal utk masa kekekalan! seberapa yakinkah kamu bakal luput dari siksaan neraka, dan sediakanlah alasannya!

kalau kamu tetap dapat mempercayaiNya 100% sklpun kamu tidak dapat mnjawab pertanyaan2 saya pada permulaan bahan perenungan ini, maka bersyukurlah! karena kamu bukan diyakinkan krn kinerja otakmu sndiri, melainkn kamu diyakinkan oleh salah satu bentuk/ aplikasi dr Roh yg telah dijanjikanNy dlm kitab suci. dan peganglah scr teguh akan hal trsbut…

tp kalo kamu ttp pengn tau jawaban dari ptanyaan2 skeptisku td, maka jawabnya cm satu….

"ALAMILAH SENDIRI!"

seorg yg mngalami pertobatan dg cara extreme, pada umumny mrek dpt lebih mngenal Siapa yang telah turut campur dlm mngubah hidupnya. maka….belajarlah dari mereka utk mnmukan Sang Pencipta dan carilah sgala tuntutanNya bagi manusia

dan satu ayat yg mndukung … lbih tepatny \: pengalaman2 hiduplah yang telah mndukung ayat ini sbg sebuah kebenaran mutlak:

Sebab bukan kamu yang telah memilih AKU, melainkan DIA yang mengutus Akulah yang telah memilih kamu dan membawa kamu kepadaKu. Dan…barangsiapa yang diberikan BAPA kepadaKu, tidak akan Kubiarkan BINASA!melainkan memperoleh hidup yang kekal

19/11/06

berpikir sbg seorg ateis

December 30th, 2007 by kurniaarifin

hm….ak jd brpikir. andaikan ak seorg ateis…ap yg akan saat in ak lakukan?!

…ak bingung mmutuskn arah langkah yg hrs kutuju. mngkn saat in ak bisa mnjalankn dg penuh sukacita hidup in, tp gmana jdny ktika maut hmpir mnjemputku kelak? apa mngkn ak msih bersikukuh n yakin bhw tetap tidak ada allah?

sbnerny bg ateis, kberadaan allah, apakah Ia ada atau tidak, it tidak penting. yg trpnting,"lima menit stlah kmatianku, ak akan berada d mana?" pada dasarny 1hal terpenting yg hrs ak ingat & renungkn stp saat:
AKU PASTI MATI! karena aku calon penghuni liang lahat!

adapula org yg bangga mnganggap diriny sbg agnostik.tidak mngatakn bhw allah it ad, ttp allah tidak ad pun tak berani ia katakan. huh…istilahny aj keren, tp knyataanny tidak lbih dr seekor keledai dungu yg tidak tahu arah dan tujuan. plin plan…

andai mmutuskn dan mmperjuangkan suatu pendapat yg salah, saya rasa it lbih baik drpd tidak mmiliki kepastian dan keteguhan hati akan ap yg perlu ia percayai

tp sbetulny, ak yakin bahwa: tidak ada seorang pun ateis di muka bumi. yg ada hanyalah, mrek yg tidak mau ambil pusing krn mrasa tidak sanggup, bahkan pula ketakutan! utk memikirkn, mencari, dan menemukan jawaban yg berada d luar jangkauan pemikiran otak seorg manusia maupun sebatas ilmu pngetahuan

knapa ak berani katakan, pada dasarny tidak ada seorgpun ateis?

krn hati nurani seeorang tidak dapat dibohongi. sudah kodrat seorg manusia tuk mngalami rasa lapar, cinta,  memiliki ssuatu…
knpa?

karena: KEBUTUHAN!

mengapa ada JAWABAN?
karena ada ALASAN!

kenpa kamu harus makan?
karena kamu butuh!
dan pikiranmu tidak dapat mmbohongi jiwamu…

mngapa setiap orang memiliki pemikiran akan allah?
karena manusia memiliki kebutuhan akan hal itu!
tapi krn trll sukar tuk mnemukanNya, shg ia mncoba mlarikan diri dg mncari2 alasan, dan mndklarasikan,"aku tidak percaya akan keberadaan Allah! buktikan kalau memnk Ia it allah yg hidup!"

sebetulny org yg berkata spt it, ia bukan tidak percaya akan keberadaanNy, melainkan ia brtidak berdasarkn emosi yg dluapkn ddlm kefrutasianny! trlalu sukar….. utk dimengerti!

bukankah trlbih nyaman bila ak lari dr ssuatu kebenaran yg semu , dan mncoba mmbohongi pkiran sndiri dg berkata,"tidak ada allah. tidak ada iblis! tidak ada surga..tidak ada neraka!"
bukankah smuany it akan smakin mudah dpkirkan?
ya…betul..brpikir scr efisien tidak akan mmbebani pkiran dan perasaan…. utk smentara waktu.
tp ingat, itu tidak akan mempermudah apa yg tetap harus kau jalani

berpikir sebagai seorang ateis, nyatanya tidak membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik

bila kau tidak percaya akan keberadaan allah, bolehkah ku perbandingkan dengan keberadaan angin?
bagaimana kau dapat berkata, bahwa angin itu ada?!
bukankah dari apa yg kau rasakn?
lalu, bilamana hal it terjadi?
bukan terasa dr hembusanny, maka kau dapat berkata, itulah angin?!

bila begitu, sbrapa yakinkah dirimu bahwa angin lebih nyata keberadaannya daripada allah?

"lalu, mengapa jika allah ada, harus ada kejahatan?!, hrus ada bencana?!, harus ada penderitaan?! harus ada pertikaian?!"

sbernarny, it bukan permasalah utama. sklpun allah it jahat, lalu ap permasalahnny dg ketidakpercayaanmu akan keberadaan Allah?
sklpun allah it jahat, bukankah kau tetap mempercayai keberadaanNya?

sungguh ironis menjadi seorang "ateis". sekarang kamu berpikir, apa jadinya bila kau berada pada posisi orang-orang seperti itu. tidak ada pegangan.. tidak ada arahan.. tidak ada keyakinan…???

19/11/06